Gelatto Vieri

Hadir sebagai bayang yang menuliskan jejak-jejak kecil dari dunia yang terus bergerak. Ia memilih sunyi sebagai tempat berdiam, mengamati manusia dari sela keramaian yang tak pernah berhenti. Setiap tulisannya adalah potongan fragmen yang ia temukan di antara yang tampak dan yang tak pernah diucapkan. Ia menuliskan keresahan bukan untuk didengar, tetapi untuk mereka yang mampu menangkap bisikan di balik kata—tempat di mana makna sering bersembunyi lebih dalam dari apa yang terlihat.

Emile Durkheim: Biografi, Pemikiran, dan Warisannya dalam Sosiologi Modern

Ketika berbicara tentang para pendiri sosiologi, nama Émile Durkheim hampir tidak mungkin dilewatkan. Jika Auguste Comte adalah sosok yang memberikan pondasi awal bagi lahirnya sosiologi, maka Durkheim adalah arsitek yang membangun dinding-dindingnya. Ia bukan hanya seorang teoritikus, tetapi seorang pendidik, peneliti, dan pemikir yang sangat percaya bahwa masyarakat dapat dipahami secara ilmiah. Keyakinan ini melahirkan […]

Auguste Comte: Dari Kekacauan Revolusi Menuju Kelahiran Ilmu Sosiologi

Pada awal abad ke-19, Eropa adalah panggung besar dari perubahan yang menghentak. Revolusi Prancis telah meruntuhkan monarki, membuka pintu bagi gagasan-gagasan kebebasan, namun juga menyisakan ketegangan politik yang tak pernah benar-benar padam. Industrialisasi mulai berjalan, menciptakan kota-kota baru, pabrik-pabrik yang hiruk pikuk, dan kelas pekerja yang jumlahnya kian membengkak. Dunia sedang berubah, cepat dan liar, […]

Norma-Norma Baru dalam Masyarakat Digital

Di tengah perubahan besar yang dipicu teknologi, kita sedang hidup di sebuah ruang sosial baru—ruang yang tidak sepenuhnya fisik, namun juga bukan sekadar virtual. Di dalamnya, cara kita berperilaku, menilai, dan terhubung berubah secara drastis. Sosiologi menyebut ini sebagai pembentukan norma sosial baru: aturan tidak tertulis yang mengarahkan bagaimana kita harus bertindak agar dianggap “normal”, […]

Relasi yang Renggang: Ketika Kedekatan Sekadar Ilusi dan Jarak Menjadi Rumah Baru

Kita hidup di masa yang aneh: orang-orang paling mudah dihubungi justru adalah mereka yang paling sulit benar-benar “ditemui.” Kita punya ratusan kontak, puluhan grup WhatsApp, dan timeline yang selalu ramai, tetapi nyaris tak ada ruang untuk satu obrolan mendalam tanpa distraksi. Aneh, tapi lumrah. Dekat tapi menjauh. Renggang tapi pura-pura erat. Relasi sosial hari ini […]

Bagaimana Algoritma Mengubah Cara Kita Berteman

Kita hidup di zaman ketika pertemanan tidak lagi sepenuhnya lahir dari obrolan panjang, momen canggung di awal perkenalan, atau interaksi sehari-hari yang perlahan tumbuh menjadi relasi yang berarti. Kini, ada “pihak ketiga” yang ikut menentukan siapa yang masuk dan keluar dari lingkaran sosial kita: algoritma. Awalnya teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu—penghubung yang memudahkan kita […]

Apakah Emosi Kita Benar-Benar Milik Kita di Era Serba Terhubung?

Di era ketika notifikasi berdenting lebih sering daripada detak hati yang kita sadari, muncul satu pertanyaan yang mungkin jarang kita pikirkan: apakah emosi yang kita rasakan benar-benar milik kita, atau hanya pantulan dari dunia digital yang terus mendorong kita untuk merespons? Kita sering mengira bahwa setiap perasaan—marah, cemas, senang, takut—muncul secara alami dari diri kita […]

Apakah Internet Membuat Kita Jadi Pribadi yang Kesepian?

Di era digital ini, kita bisa terhubung dengan siapa saja kapan saja. Tapi ironisnya, banyak orang justru merasa lebih kesepian dibanding sebelumnya. Internet yang awalnya diciptakan untuk mempermudah komunikasi, kini sering kali memunculkan rasa keterasingan. Lalu, benarkah internet membuat kita jadi pribadi yang kesepian? Koneksi Digital: Ilusi Kedekatan? Kita punya ratusan bahkan ribuan teman di […]

Kenapa Meme dan Bahasa Gaul Jadi Bagian dari Budaya Digital Kita?

Di era budaya digital yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari, meme internet dan bahasa gaul menjadi bagian penting dari cara kita berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Siapa sih yang belum pernah melihat meme? Atau pakai istilah kayak “gak ngotak,” “no debat,” atau “gaskeun”? Semua ini tidak hanya hiburan, tapi juga cermin dari budaya digital dan identitas sosial […]

Algoritma Sosial Media Bikin Kita Ketagihan?

Kok bisa ya, buka Instagram cuma 5 menit, eh tiba-tiba udah sejam? Pernah ngalamin begitu? Rasanya baru buka sebentar buat cari info atau hiburan, tahu-tahu waktu sudah kebuang banyak. Dan anehnya, itu bisa terjadi berulang-ulang, hampir setiap hari. Apa sebenarnya yang membuat sosial media begitu susah dilepaskan? Salah satu jawabannya ada pada si “penjaga pintu […]

Fenomena Digital Emosi: Kenapa Kita Jadi Mudah Tersulut di Internet?

Apa Itu Fenomena Digital Emosi? Pernah merasa cepat emosi saat membaca komentar di media sosial? Atau tiba-tiba kesal hanya karena sebuah postingan? Itu bukan cuma perasaan kamu—fenomena ini nyata dan semakin umum terjadi. Fenomena digital emosi mengacu pada kecenderungan kita untuk lebih mudah tersulut, marah, atau tersinggung saat berinteraksi di dunia digital. Interaksi tanpa tatap […]

AD PLACEMENT